Untuk memperingati Hari Persatuan yang akan datang, UEA telah meluncurkan inisiatif pernikahan massal di Jalur Gaza pada hari Minggu, 16 November, yang bertujuan untuk mendukung generasi muda dan meringankan beban keluarga Gaza setelah dua tahun perang menghancurkan wilayah kantong tersebut.
Proyek bertajuk ‘The Dress of Joy’ ini akan membantu 54 calon pengantin pria di wilayah tersebut untuk menikah, bertepatan dengan Idul Fitri ke-54 UEA.
Mereka yang berminat dapat mendaftar untuk proyek ini melalui tautan khusus di situs web Operation Chivalrous Knight, di bawah bagian proyek dan bantuan.
Pelamar harus memenuhi syarat untuk dapat menjadi bagian dari program. Untuk mendapatkan manfaatnya, calon pengantin pria harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Pemohon harus berkewarganegaraan Palestina dan harus merupakan penduduk tetap Jalur Gaza.
2. Pemohon harus bertunangan dan mempunyai akad nikah resmi tertanggal sebelum 1 November 2025, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang masa pertunangannya paling lama.
3. Pemohon harus berusia minimal 27 tahun, kecuali satu-satunya penyintas dalam keluarga tersebut.
4. Pemohon harus masih lajang (belum menikah).
5. Pemohon harus memenuhi syarat untuk menikah, dan sehat secara medis dan mental.
6. Pemohon tidak boleh bekerja di lembaga pemerintah mana pun dan harus berasal dari latar belakang berpenghasilan rendah (keluarga miskin atau mereka yang terkena dampak perang baru-baru ini).
7. Pemohon harus berkomitmen penuh terhadap pedoman partisipasi upacara kolektif dan instruksi yang dikeluarkan oleh komite terkait dalam Operasi Al-Faris Al-Shahm 3.
8. Pemohon harus berkomitmen untuk menghadiri acara resmi inisiatif dan berpartisipasi dalam dokumentasi media.
Masa pendaftaran inisiatif ini dibuka pada Minggu, 16 November, dan akan ditutup pada Rabu, 19 November 2025.
Kandidat yang memenuhi syarat dapat mendaftar dengan mengisi formulir melalui tautan ini.