Kesalahan teknis dengan sistem lalu lintas udara di bandara Delhi teratasi

Otoritas bandara India mengatakan pada Jumat malam bahwa sistem yang digunakan untuk menghasilkan rencana penerbangan sudah “berjalan”, lebih dari sehari setelah kesalahan teknis menyebabkan penundaan ratusan penerbangan di bandara Delhi, salah satu bandara tersibuk di dunia.

Kerusakan tersebut, yang telah menunda keberangkatan dan kedatangan, telah membuat saham IndiGo turun 2 persen pada hari Jumat, sementara SpiceJet kehilangan 1% setelah maskapai penerbangan tersebut, bersama dengan Air India Group, memperingatkan akan adanya gangguan, yang diperkirakan akan berlanjut hingga hari Sabtu.

Otoritas Bandara India (AAI) mengatakan akan memerlukan waktu agar sistem dapat kembali berfungsi normal, mengingat banyaknya simpanan. Setidaknya 200 penerbangan ditunda pada hari Jumat setelah sistem mulai tidak berfungsi sekitar pukul 6 sore pada hari sebelumnya, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Tetap up to date dengan berita terbaru. Ikuti KT di Saluran WhatsApp.

“Masalahnya terdeteksi… di Sistem Pengalihan Pesan Otomatis (AMSS) berbasis IP.” AAI mengatakan dalam postingan di X, tanpa memberikan rincian penyebab masalah teknis tersebut. Kerusakan pada AMSS, yang digunakan untuk menghasilkan rencana penerbangan, memaksa pengontrol untuk mengembangkannya secara manual, sehingga menyebabkan penundaan, kata AAI sebelumnya pada hari Jumat.

Beberapa maskapai penerbangan, seperti Air India Express, menugaskan personel mereka sendiri ke pengatur lalu lintas udara untuk membuat rencana penerbangan secara manual, kata sumber kedua yang mengetahui masalah tersebut. Insiden ini terjadi setelah serangan ransomware yang mengganggu beberapa bandara terbesar di Eropa, melumpuhkan sistem check-in otomatis, dan memengaruhi penerbangan pada bulan September.

Kesalahan di India menunda sekitar 25 keberangkatan penerbangan pada hari Kamis dan lebih dari 175 pada hari Jumat di bandara Delhi, kata sumber pertama. Bandara Delhi menangani 60-70 pergerakan pesawat per jam. Data dari Flightradar24 menunjukkan rata-rata penundaan keberangkatan adalah 60 menit pada Jumat malam.

Kerusakan ini juga menimpa beberapa maskapai internasional, dengan penerbangan ITA Airways ke Roma tertunda hampir dua jam dan penerbangan Virgin Atlantic ke London tertunda lebih dari satu jam.

Bandara Delhi menangani sekitar 78 juta penumpang pada tahun 2024, menjadikannya bandara tersibuk kesembilan di dunia, menurut Airports Council International. Operator bandara mayoritas dimiliki oleh GMR Airports, sedangkan pengatur lalu lintas udara dikelola oleh AAI.