Kobaran api besar yang dipicu oleh ledakan dahsyat di kawasan industri dekat ibu kota Argentina telah dapat diatasi, pemerintah setempat melaporkan pada hari Sabtu.
Para pejabat juga mengatakan bahwa sebagian besar dari 20 orang yang menderita luka ringan dalam insiden tersebut telah keluar dari rumah sakit.
Jumat malam, asap hitam dan oranye tebal mengepul di langit kota Ezeiza, sekitar 40 kilometer (24,8 mil) dari Buenos Aires dan dekat dengan bandara internasional tersibuk di negara itu.
Tetap up to date dengan berita terbaru. Ikuti KT di Saluran WhatsApp.
Ledakan dan kebakaran tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk setempat. Bencana tersebut menghancurkan jendela-jendela di beberapa rumah dan menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan lainnya.
Api belum padam namun “sudah dapat dipadamkan, yang berarti api tidak akan menyebar melampaui batas dimana api sedang menyala,” Fabian Garcia, direktur Pertahanan Sipil untuk provinsi Buenos Aires, mengatakan kepada media lokal.
Insiden tersebut “memiliki karakteristik kekerasan, namun situasinya tidak pernah lepas kendali hingga menimbulkan risiko bagi masyarakat,” kata Garcia.
Kualitas udara dipantau di daerah yang terkena dampak. Partikel asap yang terdeteksi memang mengkhawatirkan, “tetapi ini bukanlah situasi yang sangat berbahaya,” tambah Garcia.
Gumpalan asap hitam tebal membubung ratusan meter ke langit malam, bersinar oranye akibat kobaran api besar, seperti yang disaksikan wartawan AFP di dekat lokasi.
“Ledakan dan kebakaran yang terjadi di berbagai pabrik sangat besar,” kata Wali Kota Ezeiza, Gaston Granados sebelumnya.
“Kami berusaha mengendalikan (api) dan memadamkannya tetapi sejauh ini belum mampu,” katanya di televisi C5N, seraya menambahkan bahwa jendela rumahnya di dekatnya telah pecah dan mereka sedang mengevakuasi keluarga-keluarga tersebut dari daerah tersebut.
Direktur rumah sakit Carlos Santoro mengatakan fasilitasnya telah menerima 22 pasien yang terluka.
Seorang pasien yang menderita serangan jantung dan seorang wanita hamil yang menderita masalah pernafasan termasuk di antara mereka yang dirawat, tambahnya.
Petugas pemadam kebakaran masih berjuang untuk memadamkan api pada Sabtu pagi, media lokal melaporkan.
Beberapa perusahaan yang memproduksi ban, produk kimia, dan barang lainnya berlokasi di kawasan industri.
Media lokal melaporkan bahwa lima pabrik berbeda terkena dampak ledakan dan kobaran api, dan wartawan AFP melihat setidaknya satu bangunan pabrik hancur menjadi abu.